Kamis, 18 Februari 2010

Pariwisata di Kota TRENGGALEK

Pariwisata di Trenggalek PDF Print E-mail
Article Index
Pariwisata di Trenggalek
Pantai Karanggongso
Pantai Prigi
Pantai Damas
Pantai Pelang
Larung Sembonyo
Goa Lowo
Pemandian Tapan
Prasasti Kamulan
Wonowisata
Tiban
Jaranan Turonggo Yakso
Pantai Blado
Pantai Konang
Gua Suruban
Gua Ngerit
Gua Gajah
Gua Kalimati
Pringapus
Argowisata Dilem
Air terjun Kalianak
Air Terjun Jero Guih
Telaga Bejimaron
Panjat Tebing gunung Sepikul
Panjat tebing gunung Linggo
Upacara adat Longkangan
Baritan
Bersih Dam Bagong
Wayang kulit
All Pages

Beberapa tempat pariwisata telah diupdate. Terimakasih untuk rekan-rekan yang telah membantu dan mengirimkan foto-foto pariwisata ini. Foto lain dari tempat pariwisata bisa dilihat digaleri. Pertanyaan lain bisa di tulis di forum, atau chat dengan harapan pengunjung lain bisa membantu. Info lengkap tentang pariwisata di Trenggalek bisa Anda dapatkan di dept. Pariwisata Kab. Trenggalek.

Departement Perhubungan dan Pariwisata
Jl. Brigjen Soetran No. 9
Trenggalek 66311
Telepon: +620 355 793 449


Pantai Karanggongso
Pantai Karanggongso terletak 3 km dari pantai Prigi yang terkenal dengan pasir putihnya. Ombak dipantai ini relatif tenang, sehingga sangat cocok untuk berenang dan mandi. Disepanjang pantai tumbuh rimbun pohon-pohon yang menambah sejuk udara di pantai disiang hari.

karanggongso2.jpg karanggongso1.jpg

Diseberang jalan di sepanjang pantai tersedia beberapa restoran dan warung kecil yang menyajikan bermacam-macam makanan dan minuman nusantara. Tersedia es kelapa muda, berbagai masakan seafood, serta aneka makanan kecil khas Trenggalek.
karanggongso4.jpg
karanggongsobeach.jpg





Pantai Prigi

Walaupun di pantai ini juga tempat pelelangan dan pengolahan ikan, namun pantai prigi sangat panjang dan memiliki keindahan yang unik dibanding dengan pantai karanggongso yang berpasir putih. Pantai ini memiliki pasir kuning. Pemda Jawa Timur telah mengembangkan kawasan ini sebagai tempat pelelangan ikan terbesar di pantai selatan pulau Jawa. Sehingga aktivitas ekonomi di daerah inipun meningkat.

Disekitar pantai tumbuh warung-warung kecil, walaupun keadaannya masih semrawut, namun Anda yang menyukai makan khas Jawa akan menemukannya disini. Beberapa warung bahkan menawarkan cindera mata, berupa hasil karya dari kerang. Juga tersedia penyewaan kapal yang akan membawa Anda berkeliling disekitar pantai menikmati pemandangan pantai dan tebing dari laut.
prigi.jpg letak3.jpg

Beberapa ratus meter dari pantai Prigi, ada beberapa hotel dan penginapan yang harganya relatif murah. Untuk informasi tentang hotel di sekitar pantai ini, silahkan dilihat di menu depan, hotel dan resort.
0383.jpg 0380.jpg




Pantai Damas

damas.jpgPantai Damas terletak didesa Karanggandu, sekitar 5 km disebelah barat pantai Prigi. Pantai ini masih belum banyak dikembangkan, sehingga dibanding pantai lain di Kec. watulimo pengunjungnya masih sedikit. Memiliki pasir hitam dan batu-batu penyangga disepanjang pantai, untuk mengurangi pengikisan.



0365.jpg 0359.jpg

Ombaknya tenang, untuk bisa berenang dengan nyaman Anda harus berada beberapa ratus meter dari pantai. Disebelah pantai ada perumahan penduduk, dimana Anda jga bisa menemukan beberapa toko dan warung kecil.
0376.jpg 0379.jpg




Pantai Pelang
pelangs1.jpg
Pantai Pelang terletak dikecapatan Panggul, agak jauh dari kota Trenggalek. Namun demikian bisa ditempuh dengan kendaraan umum dari terminal bus trenggalek jurusan Lorok-Pacitan.

Pantai ini terkenal dengan ombaknya yang relatif tenang.
Disepanjang jalan ke air terjun, juga terlihat tebing-tebing yang tinggi.
pelang2.jpg pelang4.jpg

Tidak jauh dari pantai ada air terjun yang indah dengan mitos, bila mandi dibawahnya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Surprised
pelang1.jpg
pelang-pantai.jpg




Upacara adat Larung Sembonyo



letak1.jpgMitos masyarakat teluk Prigi tentang pembuatan kawasan teluk Prigi merupakan asal usul adanya upacara Larung sembonyo.

Masyarakat Prigi hampir seluruhnya beragama Islam, namun mereka merasa kurang tentram hidupnya bila meninggalkan tradisi dan upacara Sembonyo yang diyakini untuk menjaga keseimbangan dengan alam sekitarnya serta alam semesta. Upacara Sembonyo dilakukan setiap bulan Selo, hari senin Kliwon setiap tahun.

Pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat nelayan dan petani berkaitan dengan mata pencaharian sebagai nelayan, petani serta merupakan sarana unutuk menghormati leluhurnya yang berjasa dalam membuka kawasan teluk Prigi. Mereka tidak ingin melupakan jasa Tumenggung Yudo Negoro sebagai pahlawan sekaligus sebagai pendiri desa Tawang, Tasikmadu. Jika mereka melalaikan takut ada gangguan, sulit dalam penanngkapan ikan, panen pertanian gagal, timbul wabah, bencana alam dan sebagainya.

Upacara Larung sembionyo pada tahun 1985 dilaksanakan secara besar-besaran setelah sebelumnya terhenti akibat situasi politik. Peringatan saat itu dibantu Pemda kab. Trenggalek dalam rangka promosi wisata.Upacara Sembonyo dilaksanakan penuh syarat syarat, dan beraneka ragam larangan. Hal ini mempengaruhi watak masyarakat Prigi, khususnya masyarakat nelayan yang membutuhkan ketekunan, ketabahan dan keberanian menantang maut, yang mengintai setiap saat. Laut ladangnya, laut tempat rejekinya.

Dimana dilakukan upacara sembonyo?

Larung sembonyo dilaksanakan di Teluk Prigi, Desa Tasik madu atau Karanggongso Kec. Watulimo. Upacara adat atau upacara tradisional lainnya yang tempat pelaksananaannya didesa Tasik madu, Prigi, Margomulyo, Karanggandu, dan Karanggongsoitu disebut dengan berbagai istilah: sedekah laut; larung sembonyo; upacara adat sembonyo; mbucal sembonyo; bersih laut.

Alat alat perlengkapan.

Sembonyo sebenarnya nama mempelai tiruan berupa boneka kecil dari tepung beras ketan, dibentuk seperti layaknya sepasang mempelai yang sedang bersanding. Duduk diatas perahu lengkap dengan peralatan satang, yaitu alat unutuk menhjalankan dan mengemudikan perahu. Penggambaran mempelai tiruan yang bersanding diatas perahu ini dilengkapi pula dengan sepasang mempelai tiruan terbuat dari ares atau galih batang pisang, diberi hiasan bunga kenangadan melati, lecari. Karena sembonyo mengambarkan mempelai, maka perlengkapan upacara adat sembonyo juga dilengkapi dengan asahan atau sesaji serta perlengkapan lain seperti halnya upacara perkawinan tradisional jawa.

foto1.jpgTiruan mempelai yang disebut Sembonyo itu berkaitan dengan mitos setempat mengenai terjadinya tradisi larung sembonyo. Tradisi ini bermula dari suatu peristiwa yang dianggap pernah terjadi , yaitu perkawinan antar Raden Nganten Gambar Inten, dengan Raden Tumenggung Kadipaten Andong Biru. Raden Nganten Gambar Inten juga terkenal dengan nama raden Nganten Tengahan.

Perkawinan itu dilaksanakan sebagai syarat keberhasilan Raden Tumenggung Andong Biru Atau Raden Tumenggung Yudo negoro membuka hutan wilayah teluk Prigi dan sekitarnya untuk dijadikan daerah pedesaan, yang sebelumnya dikenal sebagai hutan yang sangat angker dan tidak dapat dihuni manusia.

Pelaksanaan upacara adat larung sembonyo menggambarkan kesibukan keluarga yang punya hajat mengawinkan dan mengadakan pesta untuk memeriahkan perkawinan itu.

Pelarungan sembonyo dan berbagai asahan dan sesaji didorong oleh niat, harapan dan permohonan untuk mendapatkan keselamatan dan memperoleh hasil dari laut dan daratan yang melimpah.

foto2.jpgPerkawinan itu dilaksanakan pada hari senin kliwon , bulan selo, dimeriahkan dedngan kesenian Tayub selama 40 hari 40 malam. Bertolak dari dongeng itulah upacara adat Larung Sembonyo dilaksanakan dari tahun ke tahun oleh masyarakat teluk Prigi sampai sekarang.

Secara garis besar tahap tahap upacara adat Larung Sembonyo dibagi menjadi dua tahap persiapan yang meliputi: malam widodaren membuat sembonyo, kembar mayang, menyiapkan encek /sesaji serta menyiapkan kesenian jaranan untuk penggiring dan tahap pelaksanaan.


Sedangkan tahap pelaksanaan upacara Larung sembonyo: arak-arakan diberangkatkan dari kantor kecamatan watulimo menuju tempat pelelangan ikan yang telah dihiasi layaknya pesta perkawinan. Sembonyo diusung yang diriingi para petugas upacara dalam formasi tertentu.

Setelah dilakukan suguh, maka sembonyo ditaruh diatas gethek kemudian dilarung kelaut lepas.
foto5.jpg letak2.jpg

Sumber: Dept.Pariwisata Kab. Trenggalek



Gua lowo

Obyek wisata yang tak kalah menariknya dengan obyek-obyek wisata yang lain adalah Obyek wisata Gua lowo. Disamping mengagumi keajaiban alamnya, gua lowo juga menyimpan berbagai misteri.

gualowo.jpgGua Lowo terletak di Desa Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek kurang lebih 30 KM. dari Kota Trenggalek juga 30 km dari Kota Tulungagung atau kurang lebih 180 km dari Kota Surabaya ke arah pantai selatan tepatnya ke arah Pantai Prigi Kecamatan Watulimo. Tempat yang strategis dan mudah dijangkau serta satu jalur dengan obyek wisata Pantai Prigi inilah yang membuat makin mudah bagi pengunjung kerena bisa dalam bentuk satu paket wisata.

guo_lowo_9.jpgBegitu tiba di Guo Lowo pengunjung akan disambut suasana udara pegunungan yang sejuk dengan aroma hutan jati yang khas, karena lokasi Guo Lowo dikelilingi hutan jati yang rimbun. Dari tempat parkir menuju mulut gua, jalan yang sudah dipaving bersih membelah diantara teduhnya pepohonan kayu jati ini.
Begitu melewati mulut gua, kita langsung disambut ruang gua pertama yang sangat luas bagaikan aula. Langit - langit gua setinggi kurang lebih 20-50 meter, lebar gua sekitar 50 m. Mulai dinding gua dipenuhi dengan panorama dan beraneka macam bentuk.

Keindahan dinding gua dengan stalagtit menggantung maupun stalagmit yang mencuat disana sini, semakin terlihat artistik dengan sinar tata sedemikian rupa menambah warna semakin menarik.
Berdasarkan survei ahli gua Mr. Gilbert Manthovani dan Dr. Robert K Kho tahun 1984 dinyatakan bahwa Guo Lowo gua alam terbesar di Asia Tenggara bahkan di Asia dengan panjang gua 800 Meter dengan rata - rata ruang luas terdapat 9 (sembilan) ruang utama dan beberapa ruang kecil.
guo_lowo_5.jpg

guo_lowo_8.jpg

KISAH PENEMUAN GUO LOWO

Seorang bernama Lomedjo masuk hutan mencari tempat untuk melaksanakan semedi. Dan diketemukan gua kecil yang dianggap cocok untuk bertapa yakni sebuah gua dekat dengan kedung yang berwarna kebiru-biruan. Yang pada akhirnya gua tersebut dinamakan Kedung Biru. Letak Kedung kurang lebih 600 meter timur laut Guo lowo Petilasan ini ternyata sampai saat ini masih digunakan orang - orang untuk bertapa. Hal ini melihat bekas - bekas peralatan tertinggal di gua Kedung Biru.

guo_lowo_6.jpgDari hasil upaya puasa, semedi dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa ini, akhirnya mendapatkan hasil. Mbah Lomedjo mendapat mimpi bahwa sekitar tempat dia bertapa ada sebuah gua besar te bersembunyi hewan - hewan buruan dengan aman.
Suatu ketika, diketemukan mulut gua yang besar, gelap dipenuhi kelelawar dengan bau yang menyengak hidung. Tanpa disadari mereka selalu menyebut gua dengan;Guo Lowo( Bahasa Jawa Kelelawar adalah Lowo). Hingga sekarang gua tersebut bernama Guo Lowo, pertapaan Kedung terletak 600M timur Gua Lowo



GUO LOWO SEKARANG SEBAGAI OBYEK WISATA YANG MENARIK

Mengagumi keindahan Guo Lowo yang dengan warna warni stalagtit dan stalagmit, di suasana alam lingkungan gua yang sejuk dan asri itu, sebenarnya Pemerintah Kabupaten Trenggalek tahun 1984 sudah ada upaya untuk mempromosikannya sebagai obyek wisata. Kendatipun demikian keterbatasan dana dan situasi yang kurang menunjang saat itu, maka pengembangannya sangat lamban sehingga belum banyak dikenal dan dikunjungi wisatawan.

Gua yang besar dan panjangnya kurang lebih 800 M ini telah dilengkapi sarana penerangan listrik dan jalan buatan sehingga mudah untuk mengamati macam bentuk artistik alami dari stalagtit dan stalagmit. Suasana sejuk dan segar karena air bersih yang gemercik mengalir di bawa gua membuat suasana yang nyaman.
guo_lowo_2.jpg

guo_lowo_3.jpg

Di luar gua telah dibangun, dilengkapi arena mainan anak - anak. Pada hari libur seringkali juga ada hiburan musik yang diatraksikan dipanggung gembira. Ada Angkutan umum dari kota Trenggalek ke Durenan kemudian ke Guo Lowo.
Sumber: Dept.Pariwisata Kab. Trenggalek



0230.jpg
0246.jpg

Pemandian Tapan terletak dikecamatan Karangan, tidak jauh dari pusat kota Trenggalek dan bisa ditempuh dengan kendaraan umum. Lokasinya di atas bukit, dengan hutan yang rimbun disekitarnya dan udara pegunungan yang bersih, membuat suasa yang nyaman dan santai untuk wisata di akhir pekan.

0221.jpg Dari jalan raya Trenggalek-Karangan, atau Trenggalek-Pacitan, Anda akan melihat tanda menuju kearah tempat pariwisata ini. Anda yang suka jalan kaki, dari tempat ini(dimana Anda turun dari transport umum)kepemandian berjarak sekitar 2 km dengan sedikit tanjakan.



PEMDA Trenggalek telah merenovasi jalan dan fasilitas lain di tempat ini untuk menarik pengunjung, juga dengan mengadakan beberapa kali atraksi. Namun terlihat bahwa pemeliharaannya kurang baik, sehingga investasi yang besar untuk membangunnya pun menjadi tidak efektif.
0235.jpg 0237.jpg

Ada 2 kolam pemandian, yang dangkal untuk anak-anak dan disebelahnya untuk dewasa. Air dipemandian ini mengalir langsung dari sumber mata air. Sehingga Anda tidak perlu mengkhawatirkan tentang kebersihannya.
0228.jpg 0226.jpg

Dan jangan lupa, disini Anda dapat bernostalgia, menikmati krupuk sambel.
Selamat berwisata di Tapan! 0238.jpg










Prasasti Kamulan

Prasasti Kamulan terletak didesa Kamulan kec. Durenan. Prasasti ini dikeluarkan oleh Raja Sarweswara Trikramawataranindita Srngga Lancana Dikwijayotunggadewa atau biasa dikenal dengan nama Kertajaya tahun 1116 Caka atau 1194 Masehi. Berdasarkan prasasti ini ditetapkanlah "Hari jadi Kabupaten Trenggalek pada hari" Rabu Kliwon "tanggal 31 bulan Agustus tahun 1194.

prasastikamulan.jpg












Wonowisata

Wonowisata terletak dikecamatan Trenggalek,tepatnya di lereng gunung Jaaz didesa Ngantru, 2 km dari alun-alun kota Trenggalek. Telah dibangun jalan aspal(yang sebenarnya kurang mendukung dengan tema wisata) menuju puncak gunung Jaaz.

ngaresview.jpg









Dari puncak gunung Jaaz kita bisa melihat pemandangan kota Trenggalek, dan pegunungan yang mengelilingi kota Trenggalek. Bila Anda berkunjung ke kota Trenggalek, jangan lewatkan untuk jalan-jalan di wonowisata ini.
jaazview.jpg
viewfromjaaz.jpg


Info lain dan foto sementara ini belum tersedia, Anda bisa mengirimkan informasi tentang wisata ini beserta fotonya ke adminat-signtrenggalek.com



Tiban

Tiban merupakan tradisi masyarakat Trenggalek yang dilakukan dimusim kemarau untuk meminta hujan kepada Tuhan. Pertunjukkan ini diadakan ditempat terbuka disiang hari dibawah terik matahari yang panas.Peserta tiban hanya mengenakan celana dan tidak diijin mengenakan baju atas. Mereka memakai pecut (sebagai alat pemukul) yang dibuat dari ranting pohon aren, dan yang menarik mereka bisa membuat pecut yang akan dipakai sendiri untuk bertanding.
tibannggalek.jpg tiban.jpg


Pertandingan ini diiringi spesial music dari kendang, sejenis dengan musik jaranan. Peserta pertandingan saling mendera, biasanya dikenakan dibagian punggung, dan dilarang mengenakan bagian leher keatas. Untuk menjaga jalannya pertunjukan agar berjalan secara adil, biasanya ada seorang yang berperan sebagai penengah.



Jaranan Turonggo Yakso

Asal mula tari turonggo Yakso

Trenggalek yang diwarnai dengan mayoritas budaya masyarakat agraris memberikan peluang kehidupan kesenian jaranan. Diwilayah kecamatan dongko, terletak didaerah pegunungan 30 km kerah selatan kota Trenggalek, terdapat upacaraadat baritan yang hidup turun temurun, hingga upacara tsb menjadi sebagian dari kehidupan masyarakat yang ada diwilayah tersebut.

Kehidupan sehari hari yang lebioh dominant pada sector pertanian dan perdagangan mengkondisikan upacara adapt baritan tersebut sebagai salah satu bagian kehidupan yang diselenggarakan secara rutin sebagai media komunikasi terhadap tuhan yang maha esa.

Upacara baritan adapt tersebut diselenggarakan setiap tahun pada bulan Syura(Muharam) dengan hari dan tanggal yang ditentukan oleh sesepuh(Pawang) yakni orang yang dianggap menguasai tentang hal tsb. Para petani pemilik rojo koyo berkumpul sambil membawa perlengkapan sesaji berupa ambeng dan longkong dan membawa tali yang dibuat dari bamboo yang disebut dadung.


foto3.jpgWaktu upacara diselengggarakan siang hari sekitar pukul 11 WIB , para petani sudah istirahat dalam mengerjakan sawah dan ladangnya.

Karena upacara itu dilaksanakan bubar ngarit tanduran, maka diberi nama Baritan( menurut mbah Karto sentono). Setelah upacara selesai diteruskan dengan pentas kesenianlangen Tayub ditempat bekas tumpukan dhadhung tadi. Dhadhung yang telah dimanteraidibagikan kepada pemilik semula dan disimpan yang baik diatas pogo. Dengan menyimpan dhadhung tersebut , atas berkat Tuhan Yang Maha Esa, hewannya akan terhindar dari gangguan malametaka dan penyakit.
Namun upacara baritan tersebut pada bebrapa tahun yang lalu sudah ditinggalkan oleh masyarakat pendukungnya. Untuk melestarikan uparacara pada tahun 1971 penilik kebudayaan( Bapak Sutyono) beserta seninam berusaha menciptakan suatu bentuk tari yang bias mendatangkan masyarakat tanpa diundang, yaitu tari jaranan. Didalam melaksanakan upacara adat baritan yang dulu hiburannya lengen Tayub, diganti kesenian jaranana, karena kesenian jaranan dianggapn sangat cocok untuk hiburan pada upacara tsb.

Berangkat dari kesenian jaranan yang terdapat pada upacara adapt Baritan tsb melahirkan ide untuk memprojeksikan kembali berbagai sentuhan estetis kesenian jaranan yang ada pada upacara baritan tsb pada wujud baru, yaitu tari Turonggo Yakso.

KEHIDUPAN TARI TURONGGO YAKSO.

Sekitar tahun 1980 an tari Turonggo yakso berkembang di Kab. Trenggalek. Pembinana dan pengembangan tersebut atas prakarsa kartor depdikbud bersama pemda kab. Trenggalek, dengan dipacu dengan berbagai bentuk festival yang diselenggarakan setiap tahun sekali pada bulan Agustus unutk tingkat Sd, SLTP, SMA.

Dari kegiatan tsb berbagai upaya mencari bentuk baru terjadi pada setiap penyajian oleh grup grup jaranan. Ragam gerak baru bermunculan setiap saat pada waktu berpentas. Meskipun pada mulanya Jaranan Turonggo Yakso tersebut bermula dari daerah dongko, namun perkembangan ya diluar sangatn pesat.

Berkat property ang dianggap merupakan symbol seni yang mempunyai keindahan serta kekuatan tersendiri , maka property tari turonggo yakso yuang terbuat dari kulit kerbau dengan bentuk visual terdiri atas badan kuda dan kepala raksasa tersebut makin popular sebagai property tari jaranan kas Trenggalek. Author:Â Autor: Sukamto.



Pantai Blado

Pantai Blado terletak dikecamatan Munjungan. Info lain dan foto sementara ini belum tersedia, Anda bisa mengirimkan informasi tentang pantai ini beserta fotonya ke adminat-signtrenggalek.com



Pantai Konang

Pantai Konang terletak dikecamatan Panggul. Info lain dan foto sementara ini belum tersedia, Anda bisa mengirimkan informasi tentang pantai ini beserta fotonya ke adminat-signtrenggalek.com



Gua Suruban

Gua Suruban terletak dikecamatan Watulimo. Info lain dan foto sementara ini belum tersedia, Anda bisa mengirimkan informasi tentang gua ini beserta fotonya ke adminat-signtrenggalek.com



Gua Ngerit

Gua Ngerit terletak dikecamatan Kampak. Info lain dan foto sementara ini belum tersedia, Anda bisa mengirimkan informasi tentang gua ini beserta fotonya ke adminat-signtrenggalek.com



Gua Gajah

Gua Gajah terletak dikecamatan Bendungan. Info lain dan foto sementara ini belum tersedia, Anda bisa mengirimkan informasi tentang gua ini beserta fotonya ke adminat-signtrenggalek.com



Gua Kalimati

Gua Kalimati terletak dikecamatan Dongko. Info lain dan foto sementara ini belum tersedia, Anda bisa mengirimkan informasi tentang gua ini beserta fotonya ke adminat-signtrenggalek.com



Gua Pringapus

Gua Pringapus terletak dikecamatan Dongko. Info lain dan foto sementara ini belum tersedia, Anda bisa mengirimkan informasi tentang gua ini beserta fotonya ke adminat-signtrenggalek.com



Argowisata Dilem

Agrowisata Dilem terletak dikecamatan Bendungan. Info lain dan foto sementara ini belum tersedia, Anda bisa mengirimkan informasi tentang gua ini beserta fotonya ke adminat-signtrenggalek.com



Air terjun Kalianak

Air terjun Kalianak terletak dikecamatan Tugu. Info lain dan foto sementara ini belum tersedia, Anda bisa mengirimkan informasi tentang gua ini beserta fotonya ke adminat-signtrenggalek.com



Air terjun Jero Guih

Air terjun Jero Guih terletak dikecamatan Karangan. Info lain dan foto sementara ini belum tersedia, Anda bisa mengirimkan informasi tentang gua ini beserta fotonya ke adminat-signtrenggalek.com



Telaga Bejimaron

Telaga Bejimaron terletak dikecamatan Gandusari. Info lain dan foto sementara ini belum tersedia, Anda bisa mengirimkan informasi tentang gua ini beserta fotonya ke adminat-signtrenggalek.com




Panjat tebing Gunung Sepikul
info ini belum ada, Anda bisa mengisinya. Kirimkan ke adminat-signtrenggalek.com



Panjat tebing Gunung Linggo
info ini belum ada, Anda bisa mengisinya. Kirimkan ke adminat-signtrenggalek.com



Upacara Adat Longkangan

Upacara adat Longkangan dilakukan dikecamatan Munjungan. Info lain dan foto sementara ini belum tersedia, Anda bisa mengirimkan informasi tentang gua ini beserta fotonya ke adminat-signtrenggalek.com



Baritan

Tradisi Baritan dilakukan dikecamatan Dongko. Info lain dan foto sementara ini belum tersedia, Anda bisa mengirimkan informasi tentang gua ini beserta fotonya ke adminat-signtrenggalek.com



Bersih Dam Bagong

Bersih dam Bagong dilakukan dikecamatan Trenggalek, didesa Bagong. Info lain dan foto sementara ini belum tersedia, Anda bisa mengirimkan informasi tentang gua ini beserta fotonya ke adminat-signtrenggalek.com




Wayang Kulit
info ini belum ada, Anda bisa mengisinya. Kirimkan ke adminat-signtrenggalek.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar